Polusi Air dan Tanah

By | November 21, 2018

PENCEMARAN AIR DAN TANAH

A.  Macam-Macam Bahan Pencemaran Air

Sumber pencemaran air adalah limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, limbah pertambangan minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal tanker pengangkut minyak.

Limbah rumah tangga, limbah dapat berupa detergen,sampah, dan kotoran.

Limbah industri, dapat berupa polutan logam berat dan polutan panas yang berasal dari air pendingin industri. Limbah cair yang telah diolah, masih mengandung bahan beracun dan berbahaya seperti merkuri (Hg), timbal(Pb),Chrom(Cr), tembaga(Cu), seng(Zn), dan nikel(Ni).

Limbah pertanian, berupa pupuk buatan, pestisida, dan herbisida.

Limbah pertambangan minyak lepas pantai dapat berupa residu minyak, sedangkan dalam bentuk minyak mentah sebagai hasil tumpahan kapal pengangkut minyak yang mengalami kerusakan di laut.

Untuk mengetahui apakah suatu lingkungan telah tercemar dan berapa besar tingkat pencemaran yang terjadi, dapat digunakan  parameter kimia kualitas air antara lain  yaitu BOD, COD, DO, dan pH.

BOD (Biochemical Oxygen Demand), merupakan ukuran kandungan oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme di dalam air untuk menguraikan bahan organik yang ada di dalam air. BOD ditentukan dengan mengukur jumlah oksigen yang terserap oleh limbah cair akibat adanya mikroorganisme selama kurun waktu dan temperatur tertentu ( biasanya lima hari dan pada suhu 20 0C). Nilai BOD diperoleh dari selisih oksigen terlarut awal dengan oksigen terlarut akhir. BOD merupakan ukuran utama kekuatan limbah cair.

COD ( Chemical Oxygen Demand), merupakan jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada di dalam air dapat teroksidasi  melalui reaksi kimia. COD berguna untuk limbah industri.

DO ( Dissolved Oxygen), merupakan kadar oksigen terlarut dalam air. Semakin kecil nilai DO dalam air, tingkat pencemarannya semakin tinggi. DO digunakan untuk pengoperasian sistem saluran pembuangan maupun pengolahan limbah.

pH yaitu ukuran keasaman atau kebasaan limbah. Air yang tidak tercemar memiliki pH antara 6,5 -7,5, untuk air yang tercemar memiliki pH lebih kecil dari pH normal (bersifat asam), sedangkan air yang tercemar memiliki pH lebih besar dari pH normal (bersifat basa). Air yang tercemar tidak sesuai untuk kehidupan mikroorganisme.

    B.  Dampak Pencemaran Air

Pencemaran air berdampak luas, antara lain :

Limbah rumah tangga, akan mencemari sungai karena sampah dan kotoran tersebut mengandung bakteri atau virus, sehingga dapat menimbulkan penyakit, terutama bagi masyarakat yang menggunakan sungai sebagai sumber kehidupan sehari-hari. Sampah dan kotoran juga memerlukan oksigen untuk proses penguraiannya, sehingga kadar oksigen dalam air dapat berkurang. Jika kadar oksigen suatu perairan turun sampai kurang dari 5 mg per liter, air tersebut rawan bagi kehidupan  biota air seperti ikan.Jika sampah rumah tangga secara terus menerus dibuang ke sungai tentu lama kelamaan akan mengganggu aliran air sungai yang akhirnya di musim hujan dapat menyebabkan terjadinya banjir di area sekitar aliran sungai.

 

Limbah industri, limbah cair yang akan dibuang keperairan sungai kadang-kadang tanpa diolah terlebih dahulu. Untuk mengendalikan pencemaran air oleh industri, pemerintah membuat aturan bahwa limbah industri harus diolah lebih dahulu sebelum dibuang ke sungai. Sisa olahan limbah masih mengandung  bahan  beracun dan berbahaya, seperti mercuri(Hg), apabila polutan tersebut  masuk  keperairan maka akan membahayakan kehidupan organisme  perairan misal ikan. Jika ikan yang tercemar tersebut di konsumsi oleh manusia akan membahayakan kesehatan manusia. Jika ikan yang tercemar merkuri dikonsumsi oleh ibu yang sedang  hamil, maka keturunannya dapat menderita cacat karena terjadi kerusakan pada saraf, atau bahkan dapat menyebabkan kematian.

Limbah pertanian, pencemaran oleh pupuk, pestisida, dan herbisida dapat meracuni organisme air, misalnya plankton, ikan,  hewan yang meminum air tersebut, dan juga manusia yang menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Sisa pestisida seperti DDT yang terakumulasi dalam tubuh ikan  dan biota lainnya dapat terbawa dalam rantai makanan ke tingkat trofik yang lebih tinggi, yaitu manusia. Lama kelamaan tentu dapat mengganggu kesehatan manusia.

Bahan organik yang mencemari perairan, penguraiannya memerlukan banyak oksigen. Hal ini akan berpengaruh terhadap populasi hewan air, karena hewan air akan hidup dan berkembang biak pada air yang cukup oksigen. Apabila penguraian zat pencemar tersebut tidak sempurna, maka warna air akan berubah menjadi hitam kotor serta berbau tidak enak. Akibat dari pembusukan itu menyebabkan perairan menjadi subur. Hal ini menyebabkan berbagai jenis tumbuhan seperti ganggang, eceng gondok dan tumbuhan air lainnya tumbuh amat cepat. Hal ini dapat menyebabkan eutrofikasi , yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada satu jenis tumbuhan, misalnya ganggang.

Limbah berupa minyak mentah dapat mengganggu kehidupan biota laut karena bisa meracuni ikan hingga menyebabkan kematian dan menjadi penghalang masuknya cahaya matahari ke dalam air laut sehingga  proses fotosintesis ganggang akan terhambat.

    C.  Cara Menanggulangi Pencemaran Air.

Sebenarnya sampai batas-batas tertentu  air secara alami akan mampu membersihkan zat pencemar, tetapi karena jumlah zat pencemar berlebihan maka kemampuan air untuk membersihkan zat pencemar hilang.

Air yang tercemar dapat dikurangi kadar pencemarnya dengan cara menyaring, mengencerkan dan mengendapkan.Cara penanggulangan seperti ini disebut penanggulangan secara fisik. Cara penanggulangan lainnya yaitu secara kimia dengan menggunakan bahan kimia untuk mengikat bahan pencemar. Sedangkan penanggulangan secara biologi dengan menggunakan organism untuk menguraikan bahan pencemar.

Di alam bebas, air dari sekitar kita biasanya mengalir ke sungai dan sebagian meresap ke dalam tanah. Bahan pencemar yang ikut aliran air sebagian akan terurai, sehingga terjadilah pembersihan air secara alami. Pada sungai yang aliran airnya deras, kemampuan untuk membersihkan airnya lebih cepat.

Sebagian zat pencemar akan terus ikut aliran sungai, sehingga mencapai laut. Di laut kadar zat pencemar menjadi semakin kecil, dan tidak membahayakan kelangsungan hidup maupun distribusi komunitas laut. Tetapi kalau  pencemaran tersebut terjadi berkepanjangan, maka komunitas di pantai maupun di muara sungai akan terganggu.

Apabila pencemaran air terlalu berat, maka zat pencemar tersebut akan meresap ke dalam tanah, mencemari tanah serta air tanah. Air tanah yang telah tercemar akan mengganggu komunitas yang berada diatasnya.

Penanganan limbah yang dapat mencemari perairan perlu mendapat perhatian khusus. Misalnya pabrik-pabrik diwajibkan membangun bak-bak penampungan dan pengolahan limbah.

Nah! Sekarang anda sudah mengetahui berbagai dampak pencemaran air yang bersumber dari akibat berbagai aktivitas manusia. Oleh karena itu anda harus bersikap ramah terhadap lingkungan dan turut serta melestarikannya seperti tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai dan mengolah sampah rumah tangga yang berupa sampah organik menjadi kompos dan mendaur ulang sampah anorganik seperti sampah plastik, karet ban. Tindakan tersebut juga merupakan rasa syukur anda kepada Maha Pencipta.

 

PENCEMARAN TANAH

A.  Sumber Pencemaran Tanah

Bahan pencemar tanah berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, kegiatan pertanian, pertambangan, rongsokan kendaraan dan sampah-sampah buangan serta organisme yang hidup di atasnya.

 

Salah satu limbah rumah tangga adalah sampah, baik berupa sampah organik maupun sampah anorganik.

 

Dalam kegiatan pertanian penggunaan pupuk buatan, zat kimia pemberantas hama(pestisida) dan pemberantas tumbuhan pengganggu (herbisida)dapat mencemari tanah.

Aktivitas penambangan bahan galian juga dapat menimbulkan pencemaran tanah, misalnya penambangan emas.

 

Plastik merupakan produk industri, bahan ini elastis, kuat dan sukar terhancurkan oleh sistem kehidupan dalam tanah.

 

 

B.  Dampak Pencemaran  Tanah.

Dampak pencemaran oleh bakteri dan polutan lainnya dari sampah adalah mengurangi kualitas air tanah. Air  tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihat dari perubahan fisiknya. Beberapa jenis sampah seperti plastik dan logam sulit terurai sehingga berpengaruh pada  kemampuan tanah menyerap air.

 

Dampak penggunaan pupuk buatan secara berlebihan menyebabkan tanah menjadi asam yang selanjutnya berpengaruh terhadap produksi tanaman. Tanaman menjadi layu, berkurang produksinya dan akhirnya mati.

 

Pestisida  dan herbisida memiliki sifat sulit terurai dan dapat bertahan lama dalam tanah.  Residu pestisida  dan herbisida ini membahayakan kehidupan organisme tanah, misalnya residu pestisida DDT(dikloro difenil trikloroetana) sulit larut,sehingga konsentrasinya semakin tinggi pada organisme dengan tingkat trofik yang lebih tinggi.Selanjutnya dapat mengganggu kesehatan manusia.

 

 

C.  Cara Mengurangi  Pencemaran  Tanah.

Cara mengatasi limbah plastik telah banyak dilakukan oleh masyarakat. Beberapa pemulung mengambil dan mendaur ulang limbah plastik. Namun demikian kemampuan mereka terbatas sehingga tidak mungkin mengatasi limbah plastik dengan hanya menyerahkan ke pemulung. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memisahkan sampah plastik dengan sampah bukan plastik, kemudian memprosesnya sesuai dengan sifat bahan pencemarnya. Misalnya sampah sisa hewan dan tumbuhan diolah menjadi pupuk kompos.

 

 

Limbah organik yang penguraiannya memerlukan banyak oksigen, sangat mengganggu pertumbuhan komunitas. Pembusukan sampah tersebut dapat menyebabkan tanah menjadi kaya unsur hara, tetapi karena pembentukannya memerlukan banyak oksigen. akibatnya justru mengganggu komunitas yang ada. Kekurangan oksigen dalam tanah ini menyebabkan tumbuhan dan organisme lainnya sulit hidup.

 

Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme, seperti jamur dan bakteri. Bioremediasi bertujuan untuk memecahkan atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun.

 

Anda telah mengetahui dampak pencemaran tanah . Oleh karena itu tentu anda tidak akan melakukan tindakan yang dapat menimbulkan pencemaran tanah, misalnya tidak membuang sampah di sembarang tempat (kebun). Tindakan tersebut sangat diharapkan dalam  menjaga kebersihan lingkungan  anda . Ini sebagai bukti rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tinggalkan Balasan